Kita akan segera memasuki bulan ini, bulan Ramadan. Hanya tersisa sekitar sepuluh hari lagi, sehingga sangat tepat bagi kita untuk mengulas kembali hukum-hukum ini. Pembahasan hukum-hukum ini bisa menjadi pengingat atas apa yang telah kita lalaikan atau kita lupakan, ataupun menjadi pembelajaran ilmu baru yang mungkin sebagian kita belum mengetahuinya, atau untuk mengetahui dalil dari suatu permasalahan yang sudah kita ketahui.
Seorang muslim pada hari-hari ke depan ini, di bulan Ramadan, di antara hal teragung yang perlu ia latih pada dirinya, dan hal yang harus paling ia upayakan demi menyucikan, mendidik, serta membina jiwanya, adalah melatih diri dalam menjaga lisan.
Barang siapa menjaga lisannya sebulan penuh pada bulan Ramadan, maka akan mudah baginya—dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla—untuk menjaga lisan setelahnya. Oleh karena itu, jagalah lisanmu dari gibah, namimah, caci maki, dan sejenisnya. Semua itu diharamkan, dan pada bulan Ramadan keharamannya jauh lebih berat.
Diriwayatkan dari sebagian Tabi’in, sebagaimana disebutkan Syaikh Taqiyuddin, bahwa mereka menganggap orang yang melakukan dosa-dosa itu, puasanya batal. Namun, Syaikh menjelaskan bahwa maksud perintah mengganti puasa tersebut adalah sebagai pelajaran (takzir) baginya. Karena seandainya memang pelaku dosa itu batal puasanya, pasti hampir tidak ada orang yang sah puasanya.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa para Sahabat dahulu jika berpuasa, mereka tetap berada di masjid. Mereka berkata: “Kami menjaga puasa kami agar tidak menggunjing siapa pun, tidak memarahi istri, dan tidak mencaci anak-anak kami.”
Jadi, hendaknya seorang muslim pada hari-hari ini memperhatikan perkara yang sangat penting ini, yaitu menjaga lisannya. Seseorang bisa menatap ponselnya selama berjam-jam. Bahkan beberapa ponsel pintar saat ini memberikan laporan berapa jam Anda menatap layarnya setiap hari. Berapa jam laporan di ponsel Anda, wahai Syaikh? Anda ya Syaikh, apakah sampai lima jam? Lihatlah, lima jam dari harimu habis hanya untuk menatap ponsel ini. Itu hampir seperempat atau seperlima dari harimu—hitunglah sendiri persentasenya—habis hanya untuk melihat ponsel. Oleh sebab itu, penulis berkata: “Serta menjauhi hal yang tidak berguna baginya.”
Di bulan yang penuh berkah ini, kita memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar memberkahi kita di dalamnya. Secara pribadi, saya berbicara kepada para penuntut ilmu pilihan, saya berharap agar setiap orang membuat program dan komitmen bagi dirinya sendiri. Bukan sekadar hal yang sudah pasti seperti puasa, dan saya tidak sedang membahas tentang Salat Malam, atau membahas Salat Tarawih, urgensinya, serta mengkhatamkan Al-Qur’an. Semua itu sudah kita pahami.
Akan tetapi, saya ingin Anda mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti kata penulis: “Serta menjauhi hal yang tidak berguna baginya.” Berusahalah pada hari-hari ini untuk mengurangi scrolling media-media sosial. Jauhilah hal yang tidak penting bagi Anda. Berita yang ingin Anda ketahui saat ini, pasti kabarnya akan sampai juga kepada Anda—jika memang ada keperluan—meskipun setelah berlalu beberapa waktu.
(Dalam syair disebutkan): “Akan datang kepadamu kabar-kabar dari orang yang tidak engkau bayar.”Jadi, hindarilah hal yang tidak berguna bagimu. Zaman sekarang, hal yang paling tidak berguna namun menyibukkan manusia adalah memantau media sosial ini. Maka kurangilah dan buatlah komitmen, seperti saat haji atau Ramadan, untuk menguranginya semaksimal mungkin, kecuali yang berkaitan dengan pekerjaan atau kebutuhan mendesak lainnya.
=====
وَنَحْنُ مُقْبِلُونَ عَلَى هَذَا الشَّهْرِ شَهْرِ رَمَضَانَ فَلَمْ يَبْقَ إِلَّا نَحْوُ عَشَرَةِ أَيَّامٍ فَنَاسَبَ تَذَكُّرُ هَذِهِ الْأَحْكَامِ وَهَذَا التَّذَكُّرُ لِلْأَحْكَامِ إِمَّا أَنْ يَكُونَ تَذْكِيرًا لِمَا غَفِلْنَا عَنْهُ وَنَسِينَاهُ أَوْ تَعَلُّمٌ لِشَيْءٍ جَدِيدٍ قَدْ يَكُونُ خَافِياً عَنْ بَعْضِنَا أَوْ مَعْرِفَةُ دَلِيلِ مَسْأَلَةٍ نَعْرِفُهَا
وَالْمُسْلِمُ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ الْمُقْبِلَةِ شَهْرِ رَمَضَانَ مِنْ أَعْظَمِ مَا يُدَرِّبُ نَفْسَهُ عَلَيْهِ وَأَكْثَرِ مَا يَحْرِصُ عَلَى تَزْكِيَةِ نَفْسِهِ وَتَأْدِيبِهَا وَتَرْبِيَتِهَا أَنْ يُؤَدِّبَهَا عَلَى حِفْظِ لِسَانِهِ
فَمَنْ حَفِظَ لِسَانَهُ شَهْرًا كَامِلًا فِي شَهْرِ رَمَضَانَ سَيَسْهَلُ عَلَيْهِ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حِفْظُ لِسَانِهِ بَعْدَهُ فَاحْفَظْ لِسَانَكَ مِنْ غَيْبَةٍ وَنَمِيمَةٍ وَشَتْمٍ وَنَحْوِ ذَلِكَ فَهُوَ مُحَرَّمٌ وَفِي رَمَضَانَ أَشَدُّ تَحْرِيمًا
وَجَاءَ عَنْ بَعْضِ التَّابِعِينَ كَمَا قَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ أَنَّهُمْ حَكَمُوا بِفِطْرِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ وَالشَّيْخُ وَجَّهَهَا بِأَنَّهُ يُقَالُ يُؤْمَرُ بِالْقَضَاءِ تَأْدِيبًا لَهُ وَلَوْ قِيلَ بِذَلِكَ لَمَا كَادَ أَحَدٌ مِنَّا يَسْلَمُ صَوْمُهُ
وَأَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَكَى عَنِ الصَّحَابَةِ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا صَامُوا لَزِمُوا الْمَسَاجِدَ قَالُوا نَحْفَظُ صِيَامَنَا لِكَيْ لَا نَتَكَلَّمَ فِي أَحَدٍ وَلَا نَشْتُمَ أَهْلَنَا وَلَا نَسُبَّ أَوْلَادَنَا
فَيَحْرِصُ الْمُسْلِمُ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ عَلَى هَذَا الْأَمْرِ فَإِنَّهُ فِي غَايَةِ الْأَهَمِّيَّةِ وَهُوَ حِفْظُ لِسَانِهِ الْمَرْءُ يَنْظُرُ فِي هَاتِفِهِ بِالسَّاعَاتِ وَبَعْضُ الْهَوَاتِفِ الذَّكِيَّةِ الْآنَ تُعْطِيكَ كَمْ سَاعَةً تَنْظُرُ بِهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ كَمْ سَاعَةً يَا شَيْخُ طَلَعَ لَكَ أَوْ مَا عِنْدَكَ أَنْتَ شَيْخٌ تَصِلُ خَمْسَ سَاعَاتٍ شُفْ خَمْسَ سَاعَاتٍ مِنْ يَوْمِكَ ذَهَبَتْ تَنْظُرُ فِي هَذَا يَكَادُ يَكُونُ يَعْنِي رُبْعَ يَوْمِكَ أَوْ مَا أَدْرِي كَمِ احْسِبِ النِّسْبَةَ خُمُسَ يَوْمِكَ ذَهَبَتْ فِي النَّظَرِ فِي هَذَا وَلِذَلِكَ قَالَ وَاجْتِنَابُ مَا لَا يَعْنِيهِ
وَفِي هَذَا الشَّهْرِ الْمُبَارَكِ الَّذِي نَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يُبَارِكَ لَنَا فِيهِ بِوُدِّي وَأَنَا أَتَكَلَّمُ مَعَ خَاصَّةِ طَلَبَةِ الْعِلْمِ أَنْ يَكُونَ الْمَرْءُ مَعَ نَفْسِهِ بَرْنَامَجًا وَعَهْدًا أُمُورٌ لَا شَكَّ فِيهَا وَهِيَ الصِّيَامُ وَلَا نَتَحَدَّثُ عَنْ قِيَامِ اللَّيْلِ وَلَا أَتَحَدَّثُ عَنْ يَعْنِي صَلَاةِ التَّرَاوِيحِ وَأَهَمِّيَّتِهَا وَخَتْمِ الْقُرْآنِ كُلُّ هَذِهِ نَحْفَظُهَا
وَلَكِنْ أُرِيدُكَ أَنْ تُقِلَّ مِمَّا لَا فَائِدَةَ فِيهِ كَمَا قَالَ الْمُصَنِّفُ وَاجْتِنَابُ مَا لَا يَعْنِيهِ احْرِصْ عَلَى هَذِهِ الْأَيَّامِ أَنْ تُقَلِّلَ مِنْ نَظَرِكَ فِي وَسَائِلِ التَّوَاصُلِ اجْتِنَابُ مَا لَا يَعْنِيكَ الْخَبَرُ الَّذِي سَتَعْلَمُهُ الْآنَ قَطْعًا سَيَأْتِيكَ خَبَرُهُ إِنْ كَانَ لَكَ بِهِ حَاجَةٌ وَلَوْ بَعْدَ زَمَنٍ
وَيَأْتِيكَ بِالْأَخْبَارِ مَنْ لَمْ تَزَوَّدِ إِذًا اجْتَنِبْ مَا لَا يَعْنِيكَ وَفِي وَقْتِنَا مِنْ أَكْثَرِ مَا لَا يَعْنِي وَيُشْغِلُ النَّاسَ النَّظَرُ فِي هَذِهِ الْوَسَائِلِ فَأَقْلِلْ وَاجْعَلْ لَكَ عَهْدًا فِي الْحَجِّ وَفِي رَمَضَانَ مِنَ الْإِقْلَالِ فِيهَا قَدْرَ الْمُسْتَطَاعِ إِلَّا مَا يَكُونُ مُتَعَلِّقًا بِعَمَلٍ وَفِي غَيْرِهِ